Pages

10 June 2008

Menjadi Diri Sejati Tanpa Takut

Kita dapat menghabiskan hidup kita takut terhadap apapun yang tak diinginkan menantang rasa jati diri, atau kita dapat menggunakan situasi yang sama untuk membantu membebaskan diri kita. Kita seringkali melihat problema melalui kacamata paradigma keliru, mempercayai bahwa melindungi diri dari apa yang ditakuti sama dengan menjadi tidak takut.
Satu-satunya hal yang membuat gagasan ini masuk akal adalah jika kita berpikir dengan menghindari problem berarti kita telah menguasainya.

Adakah jalan lain untuk menghadapi apa yang menakutkan bagi kita jika segala bentuk pertahanan tak lagi berguna? Ada sebuah solusi, yaitu dengan belajar dan memahami sifat-sifat ketakutan, hingga suatu hari rasa takut sendiri itu kehabisan cara yang membuat kita terus percaya pada guncangannya.

Poin-point berikut dapat membantu kita memahami reaksi-reaksi ketakutan yang biasa kita alami dengan paradigma yang baru. Secara keseluruhan, gagasan2 kunci berikut menceritakan tentang model pemahaman diri baru yang cukup kuat untuk menembus kerangkeng ketakutan, menghilangan keduanya, yang ditakuti dan yang menakutkan sekaligus. Cahaya yang tinggal kemudian adalah kebebasan.

  1. Kebangunan diri, dan tingkat kebebasan baru yang ditimbulkan, berawal dari melihat ke dalam apa yang tidak nyata, seperti halnya bebas dari teror mimpi buruk berawal dari menemukan bahwa Anda sedang tidur, bermimpi buruk.

  2. Tidak ada hal yang menakutkan kecuali hal itu berselisih dengan apa yang kita inginkan. Ketika hal ini terjadi, rasa takut bukanlah pada kejadiannya, tetapi di dalam diri kita, yang telah memutuskan bahwa untuk merasa aman, hidup harus melakukan berbagai hal terlebih dahulu.
    Jadi, rasa takut yang kita rasakan ada di dalam lingkaran, bukan pada kenyataan bahwa hidup mungkin telah terjadi secara tak terduga.

  3. Kekuatan ada dalam genggaman kita untuk menemukan bahwa jati diri kita tidak memiliki apapun untuk ditakuti, hanya, apa yang menjadikan kita takut adalah kala kita memandang keluar diri kita mencari kekuatan untuk menjadikan kita merasa tidak takut.

Disadur dari Be Your Self and Be Fearless oleh Guy Finley.

Grand Portal

"When you reach inward to the Presence of God,
you open a portal for God’s Love to pour forth into the world."

(The Voice for Love)

12 February 2007

rangkuman satori kensho

Satori Kensho kini dapat didownload dalam format booklet PDF, di folder e-Snips:

Satori Kensho

atau klik disini untuk mengunjungi folder eSnips saya.
Terima kasih.

18 January 2007

let's make it so

where are we?

we're still here

but i no longer see the light at the end of the street

it's because we're at the end of the street

we are?

methaphorically speaking, yes

why did you say we're still here?

because we're still here
we were never there or there

so, is it over?

far from it

what do you mean?

you have heard the sound
and you embraced the sound
you have seen the light
and now you are the light

the Sound and Light!

you do remember now

all this long.. the light at the end of the street?

it was the still projection of your ideals
at the same time, your denial of the divine light in you
but you see now, the sound and light were never separate

so, now where do we go from here?

where do you want to go?

an earth that is flourishing with love and joy?

let's make it so!

i had a feeling you'd say that!

now you know..

17 January 2007

sudah saatnya

Perbuatan, bukan hasil dari perbuatannya yang penting.
Anda harus melakukan yang benar.


Mungkin itu diluar kekuasaanmu,
mungkin itu bukan waktumu,

mungkin juga tidak ada hasilnya.

Tapi itu tidak berarti anda berhenti melakukan yang benar.
Anda mungkin takkan tahu apa hasil dari perbuatanmu.
Namun jika anda tidak melakukan apa-apa, tidak akan ada hasilnya.

~ Mahatma Gandhi

bawang: setiap nabi

setiap jaman ada nabinya
setiap nabi ada ajarannya

setiap ajaran ada nabinya
setiap nabi ada jamannya

rasanya

sore itu terjadi sesuatu

kala aku berkata-kata
yang menilai pandangan saudara

refleksiku mengguncang
gemuruh rasa yang menerpa

tidak enak lagi rasanya
menilai perilaku siapapun

tidak biasa lagi rasanya
berucap negatif terhadap siapapun

tidak menyenangkan lagi rasanya
menyakiti siapapun

rasa ini, sedang mengubah
diriku, dirimu, dan orang lain

menaruh kebiasaan lama
dalam kantung masa lalu

menempatkan cinta
dalam hati yang baru

ah, rasanya
sore itu terjadi sesuatu

menjadi nyata
kita adalah satu

11 January 2007

If GOD Hears Me, I WANT AN ANSWER!

Hari ini saya menemukan salah satu buku karya Barbara Rose, Ph.D, dibagikan secara gratis dalam bentuk e-book.

Penyebaran buku If GOD Hears Me, I WANT AN ANSWER! merupakan salah satu bagian dari proses transformasi umat manusia menuju era baru dalam cahaya dan cinta kasih perdamaian.

E-book dapat di download melalui halaman GOD Answers Humanity (klik banner di bawah ini).


03 January 2007

satu


aku ini adalah diriMu

cinta ini adalah cintaMu

aku ini adalah diriMu

jiwa ini adalah jiwaMu


rindu ini adalah rinduMu

darah ini adalah darahMu


dengan tanganMu aku menyentuh

dengan kakiMu aku berjalan

dengan mataMu ku memandang

dengan telingaMu ku mendengar


dengan lidahMu aku bicara

dengan hatiMu aku merasa


tak ada yang lain selain diriMu

yang selalu ku puja

ku sebut namaMu

disetiap hembusan nafasku

kusebut namaMu

kusebut namaMu
~ Satu Dewa Laskar Cinta

27 December 2006

lepaskan kendali

Copyright Soanala
lepaskan kendalimu
atas segala hal yang
kau anggap membebanimu

lepaskan ketakutanmu
seolah semesta itu kacau
dan sedang menuju akhir jaman

lepaskan dan perhatikan
senandung simfoni alam semesta
indah melantun dalam harmoni

lepaskanlah pada Nahkodamu
yang datang dari Sumber Pertama
Dia kan membawamu kembali sampai ke tujuan

Empat Kesepakatan


1. Berkata tanpa cela
Berbicara dengan integritas. Katakan hanya apa yang Anda maksud. Hindari menggunakan kata yang melawan diri sendiri atau berbicara tentang orang lain (gosip). Gunakan kekuatan kata-kata Anda searah pada kebenaran dan kasih.

2. Jangan ambil di hati
Tidak ada yang orang lain lakukan karena Anda. Apa yang orang lain katakan dan lakukan adalah proyeksi dari realitas mereka sendiri, mimpi mereka sendiri. Ketika Anda kebal terhadap berbagai opini dan tindakan orang lain, Anda tidak lagi menjadi korban dari penderitaan yang tidak perlu.

3. Jangan membuat asumsi
Temukan keberanian untuk menanyakan dan mengekspresikan apa yang Anda benar-benar inginkan. Komunikasikan dengan orang lain sejelas mungkin untuk menghindari kesalah-pahaman, kesedihan dan drama. Hanya dengan satu kesepakatan ini saja, Anda sudah dapat mengubah seluruhnya hidup Anda.

4. Selalu lakukan yang terbaik
Ukuran "yang terbaik" dapat berubah dari waktu ke waktu; akan berbeda ketika Anda sehat atau sebaliknya sedang sakit. Dalam situasi apapun, lakukan hanya yang terbaik, dan Anda akan menghindari penghakiman-diri, penyiksaan-diri dan penyesalan.

~ Don Miguel Ruiz, The Four Agreements

06 December 2006

love everything

Love the animals, love the plants, love everything. If you love everything, you will perceive the divine mystery in things. Once you perceive it, you will begin to comprehend it better every day. And you will come at last to love the whole world with an all-embracing love.

~ Fyodor Dostoyevsky

04 December 2006

Panggilan untuk Transformasi (ulangan)

Ini adalah rangkuman dari beberapa tulisan lama dengan tajuk yang sama, saya edit kembali dengan isi sebagai berikut:

1. Quo vadis agama?
2. Mengapa dialog agama selalu gagal
3. Ineransi dan infalibilitas kitab suci
4. Absurditas kepercayaan-kepercayaan religius
5. Implikasi
6. Iman vs. rasio
7. Perubahan

Untuk mendownload dalam format .pdf, klik kanan dan pilih "Save Target as" pada link di bawah ini.
(Panggilan untuk Transformasi.pdf)

20 November 2006

virus cinta

Jika tiap manusia dapat menjadi sebuah fokus kasih sayang yang dinamis, virus cinta ini... itu akan menjadi realisasi terwujudnya persaudaraan umat manusia.
~ The Urantia Book hal. 1098:3

03 November 2006

sama

Birds Nest ©2006 Charles & Marie, Inc. All Rights Reserved.
"Kita adalah burung-burung dari sangkar yang sama. Mengenakan kulit yang berbeda, bicara dalam bahasa yang berbeda, meyakini agama yang berbeda, dan berada dalam budaya yang berbeda - tapi kita berbagi tempat tinggal yang sama, bumi kita.
Lahir di planet yang sama, berlindung di bawah langit yang sama, menatap bintang-bintang yang sama, menghirup udara yang sama.
Kita harus belajar untuk maju bersama dengan bahagia atau hancur bersama dengan menyedihkan. Manusia dapat hidup sendiri tapi hanya dapat bertahan secara bersama-sama."


~ Atharva Veda

09 October 2006

dimabuk CintaNya

sungguh, saya tidak tahu lagi,
saya mau dipanggil apa..

saya bukan laki-laki, bukan pula perempuan,
saya tidak memuja salib, tidak pula memuja bulan sabit,

tubuh saya ada di dunia, tapi saya bukan dari dunia,
orang bilang saya gila..

ah, tapi siapa yang tidak,
ketika ia tenggelam dalam anggur CintaNya?

tinggal satu kaki

... Di antara para penduduk banyak ... manusia yang tampak seakan-akan suci, taat, saleh, dan lurus. Aku... mendapati mereka dicemari oleh keangkuhan, egoisme, dengki, ambisi, kefanatikan, dan, di dalam persahabatan mereka, ketidaktulusan... yang terbaik dari mereka adalah bahwa mereka berdoa dan berusaha mengikuti perintah Tuhan karena mereka takut akan hukuman Tuhan serta Neraka...
~ Syekh Naqsabandiyah


guru, jika aku sudah keluar dari tingkatan nafs itu, mengapa aku masih merasa tersiksa oleh perilaku saudara-saudariku yang, sebutlah fanatik, egois, dengki dan tidak tulus?

karena kau masih menempatkan satu kakimu di dalamnya..


jadi karena aku belum benar-benar keluar..
apakah kondisi lingkungan ikut mempengaruhi, sehingga aku masih menempatkan satu kakiku di dalam?

bisa, tapi bagaimanapun pengaruh lingkungan, kekuatan niat tetap ada di tanganmu.


kekuatan niat?

ya, niatkan dirimu, tarik kakimu keluar,
hingga kau tidak lagi berada di sana..


apakah aku dapat kembali, terjerumus, lagi?

tentu, jika itu niatmu..


jika aku terjerumus lagi, itu karena kemauanku?

ya.


jika aku benar-benar tidak niat, tapi tetap terjerumus?

berarti kembali ke lembah ketidaksadaran.


aku mulai menangkap.. tanpa kesadaran, tidak ada pilihan, sehingga betapapun niat seseorang, dia tidak memiliki kuasa untuk mengambil pilihan, karena tidak ada pilihan itu?

ya.


tapi mengapa seringkali niatku dikalahkan oleh hawa nafsu?

karena itu niatmu..


niatku?

kamu berniat memilih hawa nafsu sehingga "niatmu" tidak dapat berbuat apa-apa..


"niatku?"

itu bukan "niatmu"


... %^@

"niatmu" lebih merupakan pemikiran idealmu,
itu yang dikalahkan oleh hawa nafsu.

kesadaran adalah lubang kunci,
niat, kuncinya..

kamu berniat jika kamu sadar kamu niat.
dan jika kamu niat, tidak ada nafs apapun yang dapat mengekang niatmu.
pun jika kamu niat, tidak ada pemikiran ideal apapun yang tidak dapat dikalahkan nafsu..


aku mulai mengerti.
lalu bagaimana aku dapat membantu yang lain keluar?

keluarkan saja dulu kakimu, baru kita bicara lagi bagaimana membantu yang lain.


terima kasih, guru..

26 September 2006

Kultur Ilahi

Dari tujuh prinsip dasar ajaran Yeshua sebelumnya, kita dapat membangun fondasi untuk mewujudkan budaya ataupun etika kebiasaan yang lebih mencerminkan "rupa Tuhan" serta memancarkan "buah-buah dari Roh."

Budaya ini, atau boleh disebut dengan istilah Kultur Ilahi, dikembangkan mulai dari komponen sosial terkecil yaitu keluarga. Apa yang saya coba jabarkan disini bukan sebuah kerangka yang definitif, namun lebih merupakan suatu teori, gagasan yang akan terus dikembangkan dan dikoreksi, dengan tujuan untuk menciptakan model keluarga dan generasi masyarakat yang sehat yang hidup dalam harmoni dengan alam dan semua mahluk.

Ada tujuh kebiasaan atau kualitas yang perlu dipelihara dan diaplikasikan oleh setiap pribadi individu, dimulai sejak dini.

1. Kesadaran
Kesadaran adalah yang terutama, yang mewadahi dan membentuk seluruh kualitas yang ada. Meliputi:

1.1. kesadaran akan tiga mutiara ilahi, yaitu kebenaran, kebaikan, keindahan. Ketiganya terangkum dalam kesatuan yaitu Cinta.

1.2. kesadaran akan empat hukum universal, yaitu atraksi, intensi, toleransi, keseimbangan.

2. Kebebasan untuk Memilih
Kehendak bebas (free will) merupakan hak asasi setiap mahluk yang dianugerahkan oleh Bapa Universal. Mengembangkan kebebasan untuk memilih adalah bagian dari proses pendewasaan manusia sepanjang hidup. Kebebasan selalu bersanding paralel dengan tanggung jawab.

3. Tanggung jawab (duty)
Tanggung jawab pertama yang harus dipikul setiap individu adalah tanggung jawab kepada diri, kemudian tanggung jawab kepada sesama. Kesadaran membuahkan tujuan yang bebas untuk dipilih, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

4. Pengampunan
Pengampunan adalah bagian penting dari proses pelepasan dari keterikatan baik terhadap waktu maupun ruang/materi.

5. Pelayanan
Ekspresi keberadaan diri terwujud melalui pelayanan kepada sesama, dan terkait pada tiga aspek ekonomi, yaitu:
5.1. ekonomi spiritual, pelayanan tanpa pamrih. "Berikanlah secara cuma-cuma, sebagaimana kamu menerima dari Bapa secara cuma-cuma."
5.2. ekonomi intelektual, pemberian dari sesama, berupa ilmu dan pengetahuan.
5.3. ekonomi material, berupa produk barang kebutuhan. Kapitalisme di masa depan perlu berevolusi ke arah pelayanan, jika tidak maka lambat laun dapat meruntuhkan peradaban manusia sendiri.

6. Kesucian
Kesucian diraih melalui niat, upaya dan ketekunan untuk mencapai kesunyataan dan kesempurnaan. Kesucian mencakup aspek:
6.1. material yaitu jasmani dan lingkungan
6.2. mental yaitu akal pikiran
6.3. spiritual yaitu hati dan jiwa

7. Kesetaraan
Dalam Kerajaan Surga tidak ada laki-laki-perempuan (gender), miskin-kaya dan hamba-tuan (status). Kualitas ini terealisasi bersamaan dengan semakin memudarnya dualisme dalam kerangka paradigma individu.

[r.1.0]

22 September 2006

afirmasi: melampaui ilusi

Kebebasan tidak lebih di atas keterbatasan;
dengan kesadaran itu aku dapat memilih kebebasan.

Kebahagiaan tidak lebih di atas penderitaan;
dengan kesadaran itu aku dapat melepaskan penderitaan.

Kelimpahan tidak lebih di atas kemiskinan;
dengan kesadaran itu kelimpahanku mengalir.

Tidak ada yang di atas apapun;
mengetahui hal itu aku keluar dari hirarki, kompetisi, dan pergulatan.

Dalam keadaan ini aku tidak menghakimi hidup;
karenanya aku tidak merasa terpisah dari hidup.

Aku sangat gembira dengan keanekaragaman dalam dunia, dalam refleksi yang mana aku melihat kebebasanku untuk menjadi apapun yang aku inginkan.

Kita tidak di sini untuk menjadi satu, kita di sini untuk menjadi banyak. Dengan melihat bahwa melampaui ilusi ini kita semua adalah satu, kita membebaskan diri kita untuk menjadi yang banyak.

Aku tidak terikat pada satu jalan apapun sebagai jalan yang pasti.

Aku bhinneka.

Aku terus selalu berubah.

Aku adalah penjelajah Seluruhnya sebagai kebenaran.


~ Story Waters (You Are God. Get Over It!)

buku: Selamatkan Yesus dari Orang Kristen!


"Aku tidak memesan yang ini.." ujar saya sambil memegang buku karya Clayton Sullivan itu.
Sebenarnya saya memesan dua buku: Hati, Diri & Jiwa (Psikologi Sufi untuk Transformasi) buku yang bagus karya Robert Frager, seorang guru sufi dan profesor psikologi, serta Kala Yesus Jadi Tuhan oleh Richard E. Rubenstein, seorang profesor di bidang konflik (salah satunya konflik keagamaan).

Oleh suatu hal, salah satu yang saya terima hari itu bukan yang dipesan. Pikiran ini mulai bertanya, ada pesan apa dibalik kekeliruan ini? Saya segera menginformasikan kepada penerbit dan membayar buku itu, kemudian saya dikirimkan kembali buku yang sebelumnya tertukar.

Saya rasa Clayton Sullivan bukan seorang kakek tua mantan pendeta yang pengalaman hidupnya tidak mirip dengan saya. Saya rasa beliau sebagai profesor filsafat dan agama memiliki intelektualitas dan pemahaman akan Yesus Sejarah yang sangat luas. Dan saya merasakan kegelisahan beliau akan Kekristenan dari sedikit tulisan-tulisan yang ada di situs pribadinya, kurang lebih sama dengan kegelisahan yang saya alami sejak lama, bagai pecahan kayu yang menancap dalam pikiran, menusuk-nusuk dengan berbagai pertanyaan seperti, "mengapa sedemikian banyak jemaat gereja yang curang dalam berbisnis dan munafik dalam kehidupan pribadi?"

Buku ini menunjukkan suatu masalah. Ada problem. Bukan dalam diri Yesus, tapi yang terutama, dalam diri Kekristenan, Umat, dan Gereja beserta berbagai dogma dan doktrin yang saya tinggalkan beberapa tahun lalu, setelah (satu dan lain hal) merasa gagal menawarkan ajaran dan Kabar Baik DARI Yesus, yang terus ditolak oleh sebagian kalangan Katholik dan Kristen karena berbeda dengan doktrin TENTANG Yesus yang telah diwariskan oleh Gereja selama berabad-abad. Disini problemnya yang juga dibahas dalam buku yang aslinya berjudul Rescuing Jesus from the Christians, bahwa ada perbedaan signifikan antara apa yang Yesus ajarkan dengan apa yang Gereja ajarkan.

Dan ketika saya memandang dari luar panggung Kekristenan, saya menemukan berbagai konflik di dalamnya akibat berbagai dogma kepercayaan yang tidak lagi bermakna bagi banyak orang.

Dalam bukunya, Sullivan mengawali dengan beberapa pertanyaan penting yang berupaya menggugah (jika tidak mau dikatakan, mengguncang) kredo dan iman Kekristenan, disertai berbagai argumen dan pandangan-pandangannya. Antara lain,

- Apa kabar baik yang dibawakan Yesus?
- Apa pandangan Yesus tentang Tuhan?
- Bagaimana sikap Yesus terhadap non-Yahudi?
- Situasi seperti apa yang meliputi kelahiran Yesus?
- Mengapa orang Romawi menyalib Yesus?

Selamatkan Yesus dari Orang Kristen! memang sarat dengan bahasan-bahasan seputar pertanyaan-pertanyaan kritis seperti di atas dengan bahasa yang mudah dicerna awam. "Jadi, apa yang baru?" pikir saya sebelum selesai membaca bukunya. Lebih dari sekedar mendekonstruksi Kristen ortodoks maupun perdebatan antara konsepsi Yesus sejarah dengan Yesus iman, Sullivan juga menawarkan beberapa solusi bagi "orang-orang Kristen yang berpikir."

Tapi mungkin yang menggugah saya adalah di akhir kesimpulan, tulisan Sullivan merupakan sebuah panggilan, sebuah wake up call. Saya kutip berikut ini:

"Orang Kristen yang melit [ingin tahu, curious, inquisitive] cenderung berbeda dan menyendiri. Kecenderungan mereka menjadi seperti lone ranger menggiring sebagian orang untuk menyimpulkan bahwa mereka dapat hidup tanpa Gereja. "Saya dapat menjadi orang Kristen tanpa pergi ke gereja pada hari Minggu." Sikap ini kurang beruntung. Gereja masa kini memerlukan orang Kristen yang berpikir. Karena, di banyak tempat, gereja, yang diwabahi anarki teologis, merupakan lembaga yang terluka.

Gereja telah dirusak oleh jiwa zaman sekuler era ini, oleh para tele-evangelist manipulatif..., dan oleh kaum fundamentalis yang mengetahui tapi tidak berpikir...

Namun, harus kita ingat bahwa pada akhirnya... Gereja melaksanakan peran kasih sayang dalam masyarakat yang hanya sedikit organisasi lain yang memenuhinya...

Demikianlah, saya percaya bahwa orang Kristen yang berpikir dapat memainkan peran dalam menolong gereja-gereja yang terluka menjadi apa yang seharusnya. Dan, mereka dapat berperan dalam membangun kembali perhatian kepada agama Kristen di kalangan kaum cendekiawan yang sebagian besarnya telah meninggalkan agama Kristen yang terorganisasi."


Setelah membaca keseluruhan, saya secara pribadi merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapapun "yang kritis yang tidak puas dengan sistem kepercayaan yang mereka dapati dalam Kristen ortodoks."

"Sangat nyaman dibaca, buku ini dirancang untuk memaksa para pemimpin Kristen ke suatu kejujuran baru dan Gereja Kristen ke suatu Reformasi Baru. Buku ini menantang dengan tajam rumusan-rumusan ortodoks tradisional, tapi sekaligus melakukan serangan itu dengan mengutip dari sumber-sumber yang sama dengan yang dipakai oleh ortodoksi untuk mengklaim otoritasnya. Tuturan Sullivan harus diperhatikan oleh semua pencari kebenaran." - John Shelby Spong, penulis A New Christianity for a New World