In most forms of mysticism, to be aware of God means that one has awakened to timeless Being—to that unchanging dimension of reality that transcends the creative process. But there is also a new and emerging face of God—one that appears not through awakening to Being but through awakening to Becoming, through discovering the very energy and intelligence that initiated the creative process and that is driving it at all levels in each and every moment. When we become conscious of this evolutionary impulse, we are awakening directly to the new face of God. And this new emergence expresses itself through the human form as an awakened heart and mind that is choicelessly compelled to create the future.~ Andrew Cohen
10 March 2009
The New Face of God
18 February 2009
Maturity
The evidence of maturity consists in the transformation of human desire so that it constantly seeks for the realization of those values which are highest and most divinely real.~ Urantia Book P. 1774:5, 160:1.13
07 February 2009
melepas
seorang muda, berjalan kaki mengikuti ruas jalan yang terbentang.
pundaknya menahan sebuah bungkusan kain besar, yang berisi berbagai jenis buku pencerahan dan pengetahuan, namun ia tampak sangat lelah.
ketika sampai pada jalan yang melintasi aliran sungai, airnya cukup deras mengalir. ia berhenti sejenak saat pandangannya tertuju pada sebuah buku yang tergeletak di pinggir sungai. sedikit lusuh dan lembab.
mendekat, dia mencoba melirik judul buku itu: sepuluh sapi jantan.
ah, buku menarik yang belum pernah kubaca, pikirnya.
pada saat membungkuk untuk memungut buku tersebut, kain yang dipikulnya sobek dan isinya berhamburan, sebagian besar jatuh di sungai dan terbawa arus.
oh, tidak! dia terkejut bukan main. serta merta berupaya menyelamatkan apa saja buku yang dapat diraihnya, namun hanya sedikit tersisa.
...
dalam perasaan sedih yang mendalam akan kehilangan itulah, dirinya menemukan keringanan, kelegaan, dan kekuatan yang memberi semangat baru.
kini dirinya dapat dengan ringan dan cepat menapaki jalan.
dengan melepas segala bentuk kemelekatan, dia lebih cepat menemukan tujuannya, melampaui dualitas.
pundaknya menahan sebuah bungkusan kain besar, yang berisi berbagai jenis buku pencerahan dan pengetahuan, namun ia tampak sangat lelah.
ketika sampai pada jalan yang melintasi aliran sungai, airnya cukup deras mengalir. ia berhenti sejenak saat pandangannya tertuju pada sebuah buku yang tergeletak di pinggir sungai. sedikit lusuh dan lembab.
mendekat, dia mencoba melirik judul buku itu: sepuluh sapi jantan.
ah, buku menarik yang belum pernah kubaca, pikirnya.
pada saat membungkuk untuk memungut buku tersebut, kain yang dipikulnya sobek dan isinya berhamburan, sebagian besar jatuh di sungai dan terbawa arus.
oh, tidak! dia terkejut bukan main. serta merta berupaya menyelamatkan apa saja buku yang dapat diraihnya, namun hanya sedikit tersisa.
...
dalam perasaan sedih yang mendalam akan kehilangan itulah, dirinya menemukan keringanan, kelegaan, dan kekuatan yang memberi semangat baru.
kini dirinya dapat dengan ringan dan cepat menapaki jalan.
dengan melepas segala bentuk kemelekatan, dia lebih cepat menemukan tujuannya, melampaui dualitas.
28 January 2009
Cinta vs. Takut
Seorang kakek bercerita kepada cucunya,
"Nak, aku memiliki dua ekor harimau yang terkurung dalam diriku. Yang satu adalah cinta. Yang lain adalah takut. Mereka terus-menerus melawan satu sama lain."
Kemudian sang cucu bertanya, "Yang mana yang akan menang, kakek?"
Orang tua itu menjawab, "Yang selalu aku beri makan."
"Nak, aku memiliki dua ekor harimau yang terkurung dalam diriku. Yang satu adalah cinta. Yang lain adalah takut. Mereka terus-menerus melawan satu sama lain."
Kemudian sang cucu bertanya, "Yang mana yang akan menang, kakek?"
Orang tua itu menjawab, "Yang selalu aku beri makan."
12 January 2009
The Purpose of Higher-State Experiences
In the early stages of our own spiritual development, we are dependent upon the experience of euphoric states to be able to see, feel, and know that higher potentials really do exist. The bliss and ecstasy of those states temporarily breaks the deep and often unconscious shackles of postmodernity: nihilism, cynicism, narcissism, and materialism. It frees our awareness to expand in all directions, to embrace not only the outer limits but also the innermost core of our larger body, the entire Kosmos. When we share that liberating existential clarity with others, a truly enlightened perspective emerges. Together we can see and feel, directly cognize, and intuit a glorious future that is possible to create here and now, in the present moment—not as a remote ideal but as the most screamingly imminent potential imaginable.~ Andrew Cohen,
taken from Andrew Cohen's recent blog post From Spiritual Intoxication to Spiritual Evolution.
12 November 2008
The Experience of Knowing God
Descriptive words of things beautiful cannot thrill like the sight thereof, neither can creedal words inspire men's souls like the experience of knowing the presence of God.
From The Urantia Book pg. 2083:4, Paper 195:9.8
13 October 2008
Change begins here
"You have made this world and you can change it. The world, of which you are the only source and ground, is fully within your power to change. What is created can always be dissolved and re-created. All will happen as you want it, provided you really want it. You have created the world’s sorrows out of your own desires and fears, you deal with them. All is due to your having forgotten your own being. Having given reality to the picture on the screen, you love its people and suffer for them and seek to save them. It is just not so. You must begin with yourself. There is no other way."
- Sri Nisargadatta Maharaj
18 September 2008
A Heart Dominated by Love
Let your hearts be so dominated by love that your spirit guide will have little trouble in delivering you from the tendency to give vent to those outbursts of animal anger which are inconsistent with the status of divine sonship.
- The Urantia Book, P. 1673:2, 149:4.2
08 August 2008
seperti kupu-kupu
seperti apa hidup setelah bangun?
kupu-kupu?
mungkin, seperti kupu-kupu..
kupu-kupu?
iya.. berawal dari seekor ulat,
yang menetas dari telurnya,
hidup di dahan dan ranting
sekian lama,
hingga pada suatu hari
dia berhenti
dan diam mengurung diri
dalam kepompong
walau terlihat diam di luar,
di dalam sedang terjadi sesuatu..
sel-sel perubahan dalam dirinya teraktivasi
melahirkan suatu bentuk yang baru..
akhirnya setelah matang,
lahir kembali kupu-kupu yang indah..
pun hidupnya tak jauh dari dahan dan ranting
ia tak lagi terikat pada keduanya
ia memandang dari perspektif yang lebih luas..
kemungkinan-kemungkinan baruyg semasa ulat hanya mimpi,
kini terbuka untuk ia raih..
ia bebas
- 23 Juli 2008
10 June 2008
Menjadi Diri Sejati Tanpa Takut
Kita dapat menghabiskan hidup kita takut terhadap apapun yang tak diinginkan menantang rasa jati diri, atau kita dapat menggunakan situasi yang sama untuk membantu membebaskan diri kita. Kita seringkali melihat problema melalui kacamata paradigma keliru, mempercayai bahwa melindungi diri dari apa yang ditakuti sama dengan menjadi tidak takut.
Satu-satunya hal yang membuat gagasan ini masuk akal adalah jika kita berpikir dengan menghindari problem berarti kita telah menguasainya.
Adakah jalan lain untuk menghadapi apa yang menakutkan bagi kita jika segala bentuk pertahanan tak lagi berguna? Ada sebuah solusi, yaitu dengan belajar dan memahami sifat-sifat ketakutan, hingga suatu hari rasa takut sendiri itu kehabisan cara yang membuat kita terus percaya pada guncangannya.
Poin-point berikut dapat membantu kita memahami reaksi-reaksi ketakutan yang biasa kita alami dengan paradigma yang baru. Secara keseluruhan, gagasan2 kunci berikut menceritakan tentang model pemahaman diri baru yang cukup kuat untuk menembus kerangkeng ketakutan, menghilangan keduanya, yang ditakuti dan yang menakutkan sekaligus. Cahaya yang tinggal kemudian adalah kebebasan.
Disadur dari Be Your Self and Be Fearless oleh Guy Finley.
Satu-satunya hal yang membuat gagasan ini masuk akal adalah jika kita berpikir dengan menghindari problem berarti kita telah menguasainya.
Adakah jalan lain untuk menghadapi apa yang menakutkan bagi kita jika segala bentuk pertahanan tak lagi berguna? Ada sebuah solusi, yaitu dengan belajar dan memahami sifat-sifat ketakutan, hingga suatu hari rasa takut sendiri itu kehabisan cara yang membuat kita terus percaya pada guncangannya.
Poin-point berikut dapat membantu kita memahami reaksi-reaksi ketakutan yang biasa kita alami dengan paradigma yang baru. Secara keseluruhan, gagasan2 kunci berikut menceritakan tentang model pemahaman diri baru yang cukup kuat untuk menembus kerangkeng ketakutan, menghilangan keduanya, yang ditakuti dan yang menakutkan sekaligus. Cahaya yang tinggal kemudian adalah kebebasan.
- Kebangunan diri, dan tingkat kebebasan baru yang ditimbulkan, berawal dari melihat ke dalam apa yang tidak nyata, seperti halnya bebas dari teror mimpi buruk berawal dari menemukan bahwa Anda sedang tidur, bermimpi buruk.
- Tidak ada hal yang menakutkan kecuali hal itu berselisih dengan apa yang kita inginkan. Ketika hal ini terjadi, rasa takut bukanlah pada kejadiannya, tetapi di dalam diri kita, yang telah memutuskan bahwa untuk merasa aman, hidup harus melakukan berbagai hal terlebih dahulu.
Jadi, rasa takut yang kita rasakan ada di dalam lingkaran, bukan pada kenyataan bahwa hidup mungkin telah terjadi secara tak terduga. - Kekuatan ada dalam genggaman kita untuk menemukan bahwa jati diri kita tidak memiliki apapun untuk ditakuti, hanya, apa yang menjadikan kita takut adalah kala kita memandang keluar diri kita mencari kekuatan untuk menjadikan kita merasa tidak takut.
Disadur dari Be Your Self and Be Fearless oleh Guy Finley.
Grand Portal
"When you reach inward to the Presence of God,
you open a portal for God’s Love to pour forth into the world."
(The Voice for Love)
12 February 2007
rangkuman satori kensho
Satori Kensho kini dapat didownload dalam format booklet PDF, di folder e-Snips:
Satori Kensho
atau klik disini untuk mengunjungi folder eSnips saya.
Terima kasih.
Satori Kensho
atau klik disini untuk mengunjungi folder eSnips saya.
Terima kasih.
18 January 2007
let's make it so
where are we?
we're still here
but i no longer see the light at the end of the street
it's because we're at the end of the street
we are?
methaphorically speaking, yes
why did you say we're still here?
because we're still here
we were never there or there
so, is it over?
far from it
what do you mean?
the Sound and Light!you have heard the sound
and you embraced the sound
you have seen the light
and now you are the light
you do remember now
all this long.. the light at the end of the street?
it was the still projection of your ideals
at the same time, your denial of the divine light in you
but you see now, the sound and light were never separate
so, now where do we go from here?
where do you want to go?
an earth that is flourishing with love and joy?
let's make it so!
i had a feeling you'd say that!
now you know..
17 January 2007
sudah saatnya
Perbuatan, bukan hasil dari perbuatannya yang penting.
Anda harus melakukan yang benar.
Mungkin itu diluar kekuasaanmu,
mungkin itu bukan waktumu,
mungkin juga tidak ada hasilnya.
Tapi itu tidak berarti anda berhenti melakukan yang benar.
Anda mungkin takkan tahu apa hasil dari perbuatanmu.
Namun jika anda tidak melakukan apa-apa, tidak akan ada hasilnya.
~ Mahatma Gandhi
Anda harus melakukan yang benar.
Mungkin itu diluar kekuasaanmu,
mungkin itu bukan waktumu,
mungkin juga tidak ada hasilnya.
Tapi itu tidak berarti anda berhenti melakukan yang benar.
Anda mungkin takkan tahu apa hasil dari perbuatanmu.
Namun jika anda tidak melakukan apa-apa, tidak akan ada hasilnya.
~ Mahatma Gandhi
bawang: setiap nabi
setiap jaman ada nabinya
setiap nabi ada ajarannya
setiap ajaran ada nabinya
setiap nabi ada jamannya
rasanya
sore itu terjadi sesuatu
kala aku berkata-kata
yang menilai pandangan saudara
refleksiku mengguncang
gemuruh rasa yang menerpa
tidak enak lagi rasanya
menilai perilaku siapapun
tidak biasa lagi rasanya
berucap negatif terhadap siapapun
tidak menyenangkan lagi rasanya
menyakiti siapapun
rasa ini, sedang mengubah
diriku, dirimu, dan orang lain
menaruh kebiasaan lama
dalam kantung masa lalu
menempatkan cinta
dalam hati yang baru
ah, rasanya
sore itu terjadi sesuatu
menjadi nyata
kita adalah satu
kala aku berkata-kata
yang menilai pandangan saudara
refleksiku mengguncang
gemuruh rasa yang menerpa
tidak enak lagi rasanya
menilai perilaku siapapun
tidak biasa lagi rasanya
berucap negatif terhadap siapapun
tidak menyenangkan lagi rasanya
menyakiti siapapun
rasa ini, sedang mengubah
diriku, dirimu, dan orang lain
menaruh kebiasaan lama
dalam kantung masa lalu
menempatkan cinta
dalam hati yang baru
ah, rasanya
sore itu terjadi sesuatu
menjadi nyata
kita adalah satu
11 January 2007
If GOD Hears Me, I WANT AN ANSWER!
Hari ini saya menemukan salah satu buku karya Barbara Rose, Ph.D, dibagikan secara gratis dalam bentuk e-book.
Penyebaran buku If GOD Hears Me, I WANT AN ANSWER! merupakan salah satu bagian dari proses transformasi umat manusia menuju era baru dalam cahaya dan cinta kasih perdamaian.
E-book dapat di download melalui halaman GOD Answers Humanity (klik banner di bawah ini).

Penyebaran buku If GOD Hears Me, I WANT AN ANSWER! merupakan salah satu bagian dari proses transformasi umat manusia menuju era baru dalam cahaya dan cinta kasih perdamaian.
E-book dapat di download melalui halaman GOD Answers Humanity (klik banner di bawah ini).

03 January 2007
satu

aku ini adalah diriMu
cinta ini adalah cintaMu
aku ini adalah diriMu
jiwa ini adalah jiwaMu
rindu ini adalah rinduMu
darah ini adalah darahMu
dengan tanganMu aku menyentuh
dengan kakiMu aku berjalan
dengan mataMu ku memandang
dengan telingaMu ku mendengar
dengan lidahMu aku bicara
dengan hatiMu aku merasa
tak ada yang lain selain diriMu
yang selalu ku puja
ku sebut namaMu
disetiap hembusan nafasku
kusebut namaMu
kusebut namaMu
~ Satu Dewa Laskar Cinta
27 December 2006
lepaskan kendali

lepaskan kendalimu
atas segala hal yang
kau anggap membebanimu
lepaskan ketakutanmu
seolah semesta itu kacau
dan sedang menuju akhir jaman
lepaskan dan perhatikan
senandung simfoni alam semesta
indah melantun dalam harmoni
lepaskanlah pada Nahkodamu
yang datang dari Sumber Pertama
Dia kan membawamu kembali sampai ke tujuan
Empat Kesepakatan

1. Berkata tanpa cela
Berbicara dengan integritas. Katakan hanya apa yang Anda maksud. Hindari menggunakan kata yang melawan diri sendiri atau berbicara tentang orang lain (gosip). Gunakan kekuatan kata-kata Anda searah pada kebenaran dan kasih.
2. Jangan ambil di hati
Tidak ada yang orang lain lakukan karena Anda. Apa yang orang lain katakan dan lakukan adalah proyeksi dari realitas mereka sendiri, mimpi mereka sendiri. Ketika Anda kebal terhadap berbagai opini dan tindakan orang lain, Anda tidak lagi menjadi korban dari penderitaan yang tidak perlu.
3. Jangan membuat asumsi
Temukan keberanian untuk menanyakan dan mengekspresikan apa yang Anda benar-benar inginkan. Komunikasikan dengan orang lain sejelas mungkin untuk menghindari kesalah-pahaman, kesedihan dan drama. Hanya dengan satu kesepakatan ini saja, Anda sudah dapat mengubah seluruhnya hidup Anda.
4. Selalu lakukan yang terbaik
Ukuran "yang terbaik" dapat berubah dari waktu ke waktu; akan berbeda ketika Anda sehat atau sebaliknya sedang sakit. Dalam situasi apapun, lakukan hanya yang terbaik, dan Anda akan menghindari penghakiman-diri, penyiksaan-diri dan penyesalan.
~ Don Miguel Ruiz, The Four Agreements
Berbicara dengan integritas. Katakan hanya apa yang Anda maksud. Hindari menggunakan kata yang melawan diri sendiri atau berbicara tentang orang lain (gosip). Gunakan kekuatan kata-kata Anda searah pada kebenaran dan kasih.
2. Jangan ambil di hati
Tidak ada yang orang lain lakukan karena Anda. Apa yang orang lain katakan dan lakukan adalah proyeksi dari realitas mereka sendiri, mimpi mereka sendiri. Ketika Anda kebal terhadap berbagai opini dan tindakan orang lain, Anda tidak lagi menjadi korban dari penderitaan yang tidak perlu.
3. Jangan membuat asumsi
Temukan keberanian untuk menanyakan dan mengekspresikan apa yang Anda benar-benar inginkan. Komunikasikan dengan orang lain sejelas mungkin untuk menghindari kesalah-pahaman, kesedihan dan drama. Hanya dengan satu kesepakatan ini saja, Anda sudah dapat mengubah seluruhnya hidup Anda.
4. Selalu lakukan yang terbaik
Ukuran "yang terbaik" dapat berubah dari waktu ke waktu; akan berbeda ketika Anda sehat atau sebaliknya sedang sakit. Dalam situasi apapun, lakukan hanya yang terbaik, dan Anda akan menghindari penghakiman-diri, penyiksaan-diri dan penyesalan.
~ Don Miguel Ruiz, The Four Agreements
Subscribe to:
Posts (Atom)